EMPAT PENJARA MANUSIA

Malasah terbesar bagi kemanusia adalah manusia itu sendiri, setiap masa dan zaman persoalan manusia belum tuntas dibicarakan ,mungkin sampai sekarang dan sampai kapanpun. Apapun rancang bangun kita tentang sebuah konsep pembangunan, baik politik, ekonomi, sosial budaya bahkan pendidikan , tidak akan berhasil selama konsep tentang manusia tidak tuntas dibicarakan atau dipahami.
Jika pertanyaan manusia tentang manusia tidak terjawab ,jika manusia tidak dimengerti dan didefinisikan secara meyakinkan maka pendidikannya, betapapun modernya tidak akan menghasilkan kesuksekan dan manfaat sesungguhnya. Alasan mengapa demikian banyak sistem pendidikan yang diaplikasikan diberbagai kawasan dunia tidak dapat mendidik manusia secara benar adalah disebabkan bahwa tujuan pokoksistem-sistem pendidikan itu bukanlah manusia itu sendiri . Sungguhpun demikian bukan sistem-sistem itu yang harus disalahkan; para pembangun sistem itulah yang harus bertanggung jawab atas kegagalan dalam menjawab pertanyaan tentang manusia maupun dalam memahaami keperluan -keperluan dan cita-citanya.Jika manusia tidak dimengerti secara sewajarnya- siapakah ia bagaimanakah ia seharusnya - jangan kita terkejut bila seluruh usaha kita untuk membangun kebudayaan dan kemasyarakatan tidak membawa manfaat sama sekali. Bila kita tidak tahu apa itu manusia , maka kita tidak berbeda dengan seorang tukang kebun yang mungkin ahli dalam memotong tanaman ,menyiangi dan menanam tanaman , namun tidak memahami buah-buahan macam apakah yang diperlukan dan disukai masyarakat. Jika suatu kemajuan diharapkan diperoleh dari suatu sistem yang dibangun disekitar manusia dan masyarakatnya ,pertama tama kita hrus yakin bahwa kita mengetahui manusia ,keperluan-keperluan dan cita-cita ahirnya . Mazhab-mazhab pemikiran dan ideologi-ideologi harus berkisar diseputar masalah manusia, jika tidak ,berbagai pemikiran dan ideologi tidak akan menuju pada suatu kebahagian yang lestari.

Proses kemajuan manusia tergantung pada kemampuannya untuk melampui empat penjara atau empat kekuatan deterministik.Sebelum ia menjadi seorang manusia dalam arti sebenarnya (insan)-Ia terpenjara didalam empat penjara. Hanya dengan membebaskan dirinya dari cengraman kekuatan-kekuatan ini sajalah ia dapat menjadi manusia dalam arti kata sebenarnya .
1. Manusia adalah satu-satunya makhluk di dalam alam yang telah meraih kesadaran. Kesadaran itu adalah pengalamannya tentang kualitas dan esensi dirinya , dunia dan hubungan antar dirinya dengan dunia dan alam .Makin mendalam kesadarnnya terhadap tiga unsur ini , maka cepat manusia bergerak ke arah tahap-tahap yang lebih tinggi dalam proses keamjuannya .Kesadaran diri dengan demikian adalah ciri pertama manusia yang memungkinkan pergi melampui  instink hewaniahnya.
2. Ciri manusia kedua adalah bahwa ia bebas untuk memilih . Ia adalah satu satu makhluk di dalam alam yang dapat , memilih bagi dirinya sendiri dan apa yang ia pilih dapat bertentangan dengan instinknya , dengan alam, dengan masyarakat atau juga bertentangan dengan dorongan-dorongan fisiologis dan psikologinya. Kebebasan memilih atau kemampuan iradahnya itulah yang dapat menolong manusia dalam mencapai taraf tertinggi dari proses menjadi manusia ,realitas kemanusiannya.
3.Ciri ketiga manusia adalah daya ciptanya . Ia dapat menciptakan barang-barang dalam berbagai bentuk dan ukuran yang berbeda ,sejak dari artifak paling kecil sampai indutri dan kesenian yang paling kompleks dan kolosal.
Manusia sejati ,atau manusia yang menjadi , adalah manusia tiga dimensional , manusia dengan tiga telenta utama; kesadaran, kemampuan iradah dan daya cipta . Semua ini adalah termasuk sifat-sifat atau atribut-atribut Tuhan, oleh karena itu manusia ikit memiliki kualiltas kualitas tertentu dari penciptannya.......bersambung nanti...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan Pengajaran PAII disekolah Umum

Mencari kebenaran Hakiki

Filsafat Martabat tujuh dalam Paradigma Pendidikan Karakter