PengertianTeologiTransformatif
PengertianTeologiTransformatif
Teologi (bahasaYunani theos, "Allah, Tuhan", dan logia, "kata-kata,"
"ucapan," atau "wacana") adalah wacana yang
berdasarkannalarmengenaiagama, spiritualitas dan Tuhan (Lih. bawah,
"Teologidan agama-agama lain di luar agama Kristen"). Dengandemikian, teologi adalahilmu yang mempelajarisegalasesuatu
yang berkaitandengankeyakinanberagama.Teologimeliputisegalasesuatu
yang berhubungandengan Tuhan.Para
teologberupayamenggunakananalisisdanargumen-argumenrasional untukmendiskusikan,
menafsirkandanmengajardalamsalahsatubidangdari topik-topik agama.
Teologitransformatifadalahsebuahteologi yang
berusahamenggerakkanrakyat/masyarakatuntukmengubahdirinyadanberperandalamperubahansosial
yang mendasar.Disini, islamdimaknaisebagaisumberrefleksidanaksigerakantranformatif
social
untukmemecahkanpermasalahankehidupansepertiketertindasandanketerbelakangansabagaiefekdariglobalisasidanneoliberalisasi.
Para penganutteologitransformasimenghendaki agama
sebagairuangtransformatifsosial yang mampumelaksanakanpemerdayaan( empowerment)
masyarakat.
MenurutMoeslim Abdurrahman, teologi
transformative inimerupakanjalan yang paling
menusiawiuntukmengubahsejarahkehidupanmanusia. Sebab, dalam proses
transformasiini yang berlakuadalahpendampingan, bukanpengarahanataupunpemaksaaan.
Olehkarenaitu,
IstilahTeologitransformatiflebihmenekankanperhatiankepadasoalpengentasankemiskinandankeluardariketidakadilan.
B.
Dasar–dasarTeologiTransformatif
MenurutMoeslim
Abdurrahman dasar–dasarteologitransformatifsebeagaiberikut :
1. Basis
otoritasbertumpupadaumatdanuntukkepentinganumat. Jadi, professionalisme agama
bertujuansebagaipendamping.
2.
Model ideal yang dirumuskandari proses dialog
antarateksdankonteks.
3.
Berorientasikepadapraktik. Praktik agama
berbedadengandakwah agama
karenadakwahbiasanyaberorientasikepadakepentinganmembangunsymbol–symboldanpermukaan.
Sedangkanpraktik agama sejatiseharusnyaberorientasikepadabagaimanamenegakkan
basis nilaikeagamaan yang lebihmendasar.
4. Berfungsisebagaiinstitusikritisterhadapjebakanstruktur
yang melawanpesandasardari agama itusendiri, termasukstruktur yang dibangunoleh
proses sosiologis agama.
C.
MembumikanTeologiTransformatif
Moeslim Abdurrahman
membuatpenulistersadarkandaritidurpanjangtentangbagaimana Islam yang
bernuansatransformatif.Iamemaknai Islam bukanpadarumusan yang
telahdibakukanulama. Namun, justru Islam ituhadir da
munculdalampergaulanhidupsehari-hari, untukmenegakkancita-citakeadilan.
Islam yang seharusnyamenjadiruhkemanusiaan yang paling sejati
yang akanmenuntunpadaperubahan, terutamaadapemerdekaan demi terwujudnyakeadaban(amarbil
al ma`ruf)danperdaban yang menghalangisegalabentukpenindasan(wanahy
an-nil munkar)sehinggaterwujudnyamanusiamerdeka, bebas da terhormat.
SejalandenganhalituMoeslim Abdurrahman menjadikanwahyusebagaiinspirasiketuhanandansekaligusmerupakanpemaknaanketuhanan
yang paling tinggi.Pembacaan al-Qur`an yang
tidakdapatmengungkapmaknapembebasandanpemerdekaanmanusiadaripenindasansebagaiimplikasidarirumusanteologisformalistikdannormatif.
Menghilangkandaya magic
danmengurangiharmonisasimasyarakatdengan al-Qur`an untukperubahansosial.
Pembacaanwahyu yang cukuppadalafadz, huruf, dangerak yang hanyamenjadikanbahasa
Arab superior diantarabahasa yang lain. Islam hanyadapatdiperolehmelaluibahasa
Arab.Merekamemanganehsekali,
karenalebihmengkultuskanlafadzwahyudaripadamemahami, menghayati,
danmengamalkannya di kehidupansehari-hari.
Sejarahmencatatbahwapendapatinitelahmenjadisemacamkebenaranmutlak,
sehinggamasyarakat yang tidakmampumenemukanmakna al-Qur`an, cukupmembaca
al-Qur`ansecararutinsetiapsebagaiakibatdaribenar-benarlepasdaritradisi.
waktu yang terlalumemisahkanTuhandarimanusia.
Seharusnyajugadalammemahami al-Qur`anmelihatdimensihumanistik
(human interpretation). Olehkarenaitudalamketikainginmenafsirkanjugabutuhpadailmu
yang lain, meminjamistilah Prof. Amin Abdullah “Integratif-Interkonektif”,
sehinggadapatmemanusiakanwahyu. Islam
sebenarnyamembawakeadilanpersaudaraan di ataskebenaran,
menentangsegalapenindasandankemiskinan. Bukan Islam yang penuh ritual gunamemperolehkeshalehanpribadi.Kalaukitamemahamikonsep
ritual ibadahcontohnyashalat, shalat yang merupakanibadahadalahshalat yang
mampumemberikanimplikasipadapemerdekaankaum yang tertindas,
pembebasanmasyarakat yang terhegemoni( tanhaa an-nil fakhsyawa al mungkar).]
Olehkarenaitu, kebenaran Islam
terletakpadakemampuanuntukmencerahkan, bukanmenyuruhpada ritual semata. Islam
seharusnyabukanmembawamanusiamenujuTuhansaja,
melainkanpetunjukbagaimanacaranyamembumikannilai-nilaike-Tuhan-an yang
cintakabajikan, kemartabatankarenaDiamahaagung,
olehkarenaituinginmenjadikanmanusiabermartabatdanterhormat.
D. manfaatstuditeologitransformatif
1. TeologiTransformatifmemampukanseseoranguntuklebihmemahami tradisikeagamaannyasendiriataupuntradisikeagamaanlainnya
2. menolongmembuatperbandinganantaraberbagaitradisi,melestarikan,
memperbaharuisuatutradisitertentu
3. menolongpenyebaransuatutradisi,
menerapkansumber-sumberdarisuatutradisidalamsuatusituasiataukebutuhanmasakini,
atauuntukberbagaialasanlainnya.

Komentar
Posting Komentar